Aremania Diteror Petasan. TANGERANG- Panitia pelaksana Persita benar-benar kecolongan. Pasalnya, petasan dan flarememenuhi stadion menjelang akhir pertandingan. Flare dan petasan itu muncul dari arah pendukung Persita, La Viola. Diduga ada penyusup di dalamnya.
Ketua Panpel Iwan Setyawan dikonfirmasi mengatakan pihaknya sebenarnya sudah berusaha maksimal. Saat masuk sudah disterilkan. Antisipasi ini dilakukan sejak dari masuknya penonton di tiap pintu masuk. ”Kami sudah melakukan antisipasi sejak dini tapi gimana lagi mereka masih bisa dapatflare dan petasan,” ujar dia.
Namun, dia menduga flare itu disusupkan pihak luar. Artinya, oknum suporter yang bukan pendukung kedua tim (Persita dan Arema). Dia mengaku kesulitan ketika sudah terjadi letusan petasan. ”Ini jadi pelajaran berharga bagi kami. Akan segera kami evaluasi jangan sampai terulang lagi,” tandasnya.
Dia juga menambahkan kejadian pelanggaran ini baru kali pertama terjadi. Sebelumnya ketika laga kandang perdana lawan Persegres (10/2), tak ada flare sama sekali. Baru pada laga kandang melawan Arema suporter membludak. ”Sebelumnya sih aman-aman saja. Tapi memang pas laga lawan Arema yang kami rasa masih ada penyusupan,” tuturnya.
Pihak Persita pun harus menanggung pelanggaran yang diperbuat di tribun suporter mereka. Sebab, ditegaskan oleh PT LI bahwa tak boleh ada flare dan petasan masuk stadion. Apalagi sampai dinyalakan. ”Ya kami pasrah saja,” ujar Iwan.
Dia juga mengatakan, usai pertandingan panpel juga ketambahan mengamankan area sekitar stadion. Sebab, di luar sudah menunggu para oknum suporter yang mengincar Aremania. Pihak panpel pun harus menunggu aparat kepolisian menghalau massa. Bahkan terlihat puluhan polisi dalmas mengamankan sekitar stadion dengan pentungan dan tameng.
sumber:RadarMalang

0 komentar: